Jejak Cimanceuri dan Cisadane
Batik Balaraja - Desa Saga
Kedua motif sungai ini merekam sejarah pertahanan dan kehidupan masyarakat Balaraja di sekitar Cisadane dan Cimanceuri.
Sejarah
Kali Cimanceuri terkait sejarah Balaraja ketika Sultan Ageng Tirtayasa membangun Kali Cimanceuri sebagai benteng pertahanan lapis kedua setelah Sungai Cisadane.
Sungai Cisadane menjadi sumber kehidupan, jalur peradaban, dan bagian penting dari lapis pertahanan pertama Sultan Ageng Tirtayasa dalam menghadapi serangan penjajah.
Filosofi
Motif Kali Cimanceuri melambangkan kekuatan, perlindungan, dan kesinambungan kehidupan masyarakat Balaraja. Aliran sungai mencerminkan perjalanan hidup; tumbuhan udara melambangkan daya tumbuh dan keselarasan dengan lingkungan.
Pesona Cisadane adalah simbol kehidupan yang mengalir, peradaban yang berkembang, serta perjuangan yang tetap dikenang sepanjang zaman. Sungai menjadi saksi sejarah, pembawa peradaban, sumber kesejahteraan, dan identitas masyarakat Tangerang.
Makna Visual
Pada Kali Cimanceuri, pemandangan sungai dipadukan tanaman udara, mahkota raja, dan motif bale. Pada Pesona Cisadane, unsur aliran air, gelombang, tumbuhan, perahu, dan simbol pertahanan menyampaikan pesan keberanian, keteguhan, dan semangat mempertahankan tanah air.
Narasi Audio
Fitur audio narasi akan tersedia setelah interaksi pengguna pada fase scan motif. Audio tidak akan autoplay.
